Cilegon — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon bersama Pemerintah Kota Cilegon secara resmi menutup layanan Dapur Umum Bersama yang berlokasi di Halaman PDAM Cilegon Mandiri. Dapur umum tersebut beroperasi selama empat hari, sejak 2 hingga 5 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya penanggulangan bencana banjir di Kota Cilegon.
Selama masa operasional, dapur umum bersama ini telah mendistribusikan total 9.722 nasi bungkus/box kepada masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Cibeber dan Ciwandan.
Proses memasak dan distribusi dilakukan secara bertahap setiap hari, melibatkan PMI Kota Cilegon, PMI Kecamatan, Tagana, TNI, relawan, serta unsur perangkat daerah dan mitra terkait.
Ketua PMI Kota Cilegon, H. Abdul Hakim Lubis didampingi Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Hedi Jamhari menyampaikan bahwa dapur umum ini merupakan wujud nyata kolaborasi dan semangat gotong royong lintas sektor dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Alhamdulillah, dapur umum bersama ini berjalan lancar sejak tanggal 2 hingga 5 Januari 2026. Sebanyak 9.722 nasi bungkus dan box berhasil disalurkan kepada masyarakat terdampak. Ini merupakan hasil sinergi PMI, pemerintah, relawan, dan berbagai pihak yang peduli,” ujar Lubis.
Selain mengelola dapur umum bersama, PMI Kota Cilegon juga memberikan dukungan personel dan layanan pada dapur umum mandiri yang dibuka oleh Baznas di Lingkungan Kepuh, tepatnya di Balai Karantina Kesehatan, serta dapur umum yang berlokasi di Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon. Dukungan tersebut meliputi keterlibatan relawan, koordinasi distribusi makanan, serta layanan pertolongan pertama dan ambulans di sekitar lokasi.
Selama masa penanggulangan bencana, PMI Kota Cilegon juga aktif membantu evakuasi warga, memberikan pelayanan kesehatan, serta menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak banjir dan warga yang sempat mengungsi.
Pemerintah Kota Cilegon mengapresiasi peran PMI Kota Cilegon dan seluruh pihak yang terlibat atas dedikasi dan kerja keras selama operasional dapur umum. Keberadaan dapur umum, baik bersama maupun mandiri, dinilai sangat membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi banjir.
Meski dapur umum telah ditutup, PMI Kota Cilegon menegaskan tetap siaga dan siap memberikan layanan kemanusiaan apabila dibutuhkan, sebagai wujud komitmen PMI dalam membantu masyarakat. terangnya. ***