Cilegon — PMI Kota Cilegon menyampaikan laporan penanggulangan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Cilegon kepada Pemerintah Kota Cilegon, Kamis (8/1/2026).
Penyampaian laporan berlangsung di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon dan diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kota Cilegon selaku Ex Officio BPBD Kota Cilegon, Azis Setia Ade.
Laporan disampaikan oleh Ketua PMI Kota Cilegon, H. Abdul Hakim Lubis didampingi Wakil Ketua Encep Nurdin, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Hedi Jamhari, Sekretaris Ujang Samsul, serta Bendahara Muhammad Yunus.
Laporan tersebut memuat rangkaian kegiatan penanggulangan banjir yang dilaksanakan PMI Kota Cilegon selama periode 2–5 Januari 2026, mulai dari dukungan dapur umum, distribusi bantuan, layanan kesehatan, hingga koordinasi dengan berbagai unsur relawan.
Ketua PMI Kota Cilegon, H. Abdul Hakim Lubis, dalam keterangannya menyampaikan bahwa laporan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban sekaligus transparansi PMI kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
“Laporan ini kami sampaikan sebagai wujud akuntabilitas PMI Kota Cilegon atas seluruh upaya kemanusiaan yang telah dilakukan dalam penanggulangan banjir. PMI bergerak berdasarkan prinsip kemanusiaan, netral, dan independen, serta selalu bersinergi dengan berbagai pihak demi membantu masyarakat terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Azis Setia Ade, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI Kota Cilegon beserta seluruh relawan yang telah terlibat aktif dalam penanganan banjir.
“Atas nama Pemerintah Kota Cilegon, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PMI Kota Cilegon atas kerja kemanusiaan, dedikasi, dan kontribusinya dalam membantu masyarakat terdampak banjir. Sinergi ini sangat penting dan kami berharap terus terjaga ke depannya,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Cilegon menilai peran PMI sangat strategis dalam mendukung upaya penanggulangan bencana, khususnya melalui layanan dapur umum, kesehatan, dan distribusi bantuan. Penyampaian laporan ini diharapkan menjadi dasar evaluasi dan penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.terangnya.***