KORLAP PB PMI DAMPINGI TIM CILEGON KE KAMP LAYANA

SULTENG.- Tim dari Cilegon yang terdiri dari 9 (sembilan) orang, pada Minggu (28/10/2018) mengunjungi kamp yang berlokasi di Layana, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) didampingi Koordinator Lapangan (Korlap) Penanggulangan Bencana (PB) PMI, Abidin dan Kepala Markas PMI Kota Palu, Fuad Ry. Kamp ini dipersiapkan oleh PMI kerjasama dengan Palang Merah Australia untuk menghadapi masa transisi pasca-tanggap darurat ke masa pemulihan.

"Pada masa tanggap darurat bencana hingga saat ini, warga terdampak bencana gempa dan tsunamimenghuni tenda-tenda darurat dengan hanya menggunakan terpal sebagai atap dan juga alas. Mereka yang rumahnya roboh maupun utruh tetap tinggal di tenda-tenda darurat yang didirikan di pekarangan rumah masing-masing maupun di lapang terbuka.

"Untuk menghadapi masa peralihan, PMI telah menyiapkan sejumlah kamp yang kondisinya lebih baik untuk menjadi tempat tinggal sementara warga terdampak bencana, sampai berdirinya hunian sementara atau huntara yang akan mulai dibangun juga," kata Korlap PB PMI, Abidin.

Dijelaskan, saat ini sejumlah relawan tengah menyiapkan kebutuhan sanitasi masyarakat yang akan tinggal di Kamp Layana tersebut. "Hari ini, kami sedang mengerjakan sanitasi berupa sarana mandi, cuci dan kakus di sini," ujarnya.

Perwakilan dari PT Krakatau Posco, Wisnu Kuncara terkesan dengan pengabdian yang telah diberikan oleh para relawan, khususnya PMI guna membantu meringankan beban penderitaan masyarakat Sulteng, khususnya di Palu, Donggala dan Sigi akibat terkena gempa & tsunami. "Mereka adalah relawan-relawan tangguh, seperti tidak pernah kenal lelah dalam membantu masyarakat. Aksi kemanusiaan relawan PMI ini makin meningkatkan kepercayaan kami untuk terus mendukung aksi-aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh PMI," katanya.

Saat kunjungan ke Kamp Layana, tim juga menyempatkan berbincang dengan Ketua RT dan tokoh masyarakat setempat. Mereka sangat berharap adanya bantuan untuk didirikannya sarana ibadah di kamp tersebut. "Musholla terdekat jaraknya sangat jauh dari sini. Kami berharap, di lokasi ini bisa dibangunkan musholla atau masjid, apalagi ada warga di sini yang siap menghibahkan tanahnya untuk didirikan tempat ibadah," kata Ketua RT.

Dari Kamp Layana, tim Cilegon diajak mengunjungi salah satu sekolah Pendidikan Usia Dini (PAUD) yang berlokasi di Mamboro. Sekolah tersebut roboh dan yang tersisa hanya ruang tenaga pendidik. "Kondisi bangunan untuk belajar para siswanya hancur. Saat ini, PMI bersama masyarakat mendirikan tenda agar anak-anak kelas PAUD ini masih bisa belajar," kata Kepala Markas PMI Kota Palu, Fuad.***

 

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…