TIM KUNJUNGI KAMP TERPADU DAN POSKO PMI PROVINSI DI KOTA PALU

CILEGON.- Tim yang diutus Pemkot Cilegon untuk melakukan asesmen penyaluran donasi untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Sabtu (27/10/2018) berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta ke Palu menggunakan dua penerbangan berbeda.

Tim pertama dari unsur PT Krakatau Posco (Manajemen dan Serikat Karyawan Krakatau Posco) berangkat lebih awal sekira pukul 03.00 WIB dengan menggunakan Maskapai Garuda dan tiba di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie sekira pukul 06.00 WITA. Sedangkan tim II terdiri dari unsur pemerintah dan PMI Kota Cilegon berangkat pada pukul 05.00 WIB dengan Maskapai Lion Air dan tiba di Palu sekira pukul 08.30 WITA.

“Kami tiba sekira jam 08.30 WITA dan langsung berkoordinasi dengan tim pertama untuk melakukan kunjungan awal yakni ke Kamp Terpadu PMI, IFRC dan Palang Merah dari perwakilan negara asing di Jalan Garuda tak jauh dari Bandara Al-Jufrie,” ujar Sekretaris PMI Cilegon, Ujang Samsul sebagai ketua tim.

Di Kamp Terpadu PMI, tim Cilegon diterima perwakilan dari PMI Pusat, Heri Asmedi. “Di sini kami melakukan obrolan ringan seputar keberadaan kamp terpadu tersbeut yang rencananya akan dijadikan sebagai Kamp Relawan Terpadu saat masa recovery selama 20 bulan ke depan,” kata Ujang.

Usai dari kamp terpadu, rombongan langsung menuju ke Markas PMI Provinsi Sulteng dan diterima langsung oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Tanggap Darurat Bencana (TDB), Abidin. “Kami langsung melakukan pertemuan dan menyampaikan maksud kedatangan tim Cilegon kepada Korlap,” ungkapnya.

Sementara Korlap TDB PMI, Abidin menyambut baik kedatangan dari tim Cilegon yang akan melakukan asesmen langsung dalam rangka penyaluran donasi dari masyarakat Cilegon untuk Sulteng.

“Saat ini, masa tanggap darurat sudah selesai dan memasuki tahap pemulihan atau recovery. Kehadiran tim dari Cilegon ke sini sangat tepat, karena rencana dari target penyaluran donasi itu sesuai dengan tahapan saat ini yakni masa pemulihan,” ujarnya.

Abidin memaparkan aksi atau respon PMI di Sulteng pada masa tanggap darurat dan rencana intervensi pelayanan selama masa pemulihan yang akan berlangsung hingga 20 bulan ke depan. “PMI besama IFRC dan perwakilan palang merah asing akan mengintervensi 7 sektor pelayanan di Sulteng pada masa pemulihan nanti, antara lain membangun kamp-kamp hunian sementara, trauma hiling, pemulihan hubungan keluarga dan livelihood," katanya.*** 

 

 

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…