PMI DIRIKAN 10 TITIK KAMP TERPADU DI PALU, DONGGALA DAN SIGI

SULTENG.- Sampai 24 Oktober 2018, PMI telah mendirikan sebanyak 10 Kamp terpadu di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dihuni sekitar 1.739 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak becana gempa dan tsunami. Pusat Data & Informasi (Pusdatin) PMI merilis jumlah kamp tersebut melalui info grafis yang disebar ke PMI provinsi dan kabupaten/kota melalui media sosial.

Ke-10 kamp terpadu tersebut yakni di Kota Palu sebanyak 5 (lima) titik masing-masing di Balaroa Atas, Kecamatan Palu Barat yang dihuni sekira 345 KK, di Petobo Atas, Kecamatan Palu Selatan dihuni 400 KK, di Layana, Kecamatan Mantikulore dihuni 136 KK, di Tipo, Kecamatan Ulujadi dihuni 135 KK dan di Tawaeli, Kecamatan Tawaeli dihuni 119 KK.

Sementara di Kabupaten Donggala sebanyak 4 (empat) titik yakni di Gunung Bale, Kecamatan Banawa yang dihuni sebanyak 78 KK, di Loli Saluran, Kecamatan Banawa dihuni 120 KK dan di Loli Oge, Kecamatan Banawa dihuni 86 KK.

Di Kabupaten Sigi terdapat 1 (satu) titik yakni di Jono Oge, Kecamatan Sigi Binomaru yang dihuni sekira 204 KK.

Ketua PMI Kota Cilegon, H. Abdul Hakim Lubis mengucapkan terima kasih kepada PMI Pusat dan relawan yang bertugas di Sulteng atas kiriman informasi terkait kondisi terkini masyarakat terdampak bencana maupun kegiatan pelayanan yang telah dilakukan PMI.

"Informasi dari PMI Pusat tersebut kami sebarkan lagi melalui jejaring sosial dan juga website PMI Cilegon. Informasi-informasi itu sangat penting bagi kami disampaikan kepada masyarakat di Cilegon, agar mereka mengetahuinya," katanya.***

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…