PMI, IFRC & SEJUMLAH PNS AKAN INTERVENSI 7 SEKTOR

SULTENG.- Palang Merah Indonesia (PMI), International Federation of Red Cross (IFRC) dan sejumlah Participatory National Society (PNS)/perwakilan Palang Merah negara asing, rencananya akan mengintervensi 7 (tujuh) sektor respon gempa & tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Informasi tersebut disampaikan oleh Tenaga Sukarela (TSR) PMI Kota Cilegon, Awaludin yang sudah sejak tanggal 4 Oktober 2018 berada di Sulteng.

"Saat ini, PMI, IFRC dan sejumlah PNS tengah menyusun Emergency Planning of Action (EPoA) di Sulteng yang akan dilaksanakan selama 20 bulan lebih dan akan mengintervensi tujuh sektor," kata Awaludin.

Tujuh sektor yang akan diintervensi tersebut yakni Assessment & Relief Distribution, Health & Water Sanitation & Health (WASH), Community Engagement and Accountability (CEA) & Protection Gender Inclusive (PGI), Shelter & Camp, Psikosocial Support Program (PSP), Restoring Family Link (RFL)/Pemulihan Hubungan Keluarga, Livelihoods & Cash Transfer Program (CTP).

"Target lokasinya di sejumlah kecamatan dan kelurahan dari tiga kabupaten/kota, yakni Palu, Donggala dan Sigi," paparnya.

Awaludin juga menyatakan, saat ini PMI masih membutuhkan tenaga relawan untuk Tim Medis, Distribusi dan Hunian Sementara (Huntara). "Jumlah relawan di sini masih sangat terbatas, terutama untuk tenaga medis, distribusi logistik dan untuk membangun Huntara," tandasnya.***

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…