SIAGA HADAPI BENCANA, PMR SMAN 5 CILEGON GELAR SIMULASI

Simulasi Bencana SMAN 5 CilegonCILEGON.- Dalam aksi upaya kesiapsiagaan terhadap bencana di sekolah, Senin (05/11/2018) puluhan anggota Palang Merah Remaja (PMR) Unit SMAN 5 Cilegon menggelar Simulasi Bencana Gempa Bumi.

"Untuk mewujudkan Sekolah Siaga Bencana atau Sekolah Aman, salah satu indikatornya adalah adanya kegiatan di sekolah, baik dalam bentuk intra maupun ekstra yang memberikan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan siaga bencana. Salah satunya adalah kegiata esktrakurikuler PMR, karena didalamnya, para siswa yang menjadi anggotanya diberi materi tentang Ayo Siaga Bencana (ASB)," kata Pelatih Ekskul PMR, Ade Syaifullah

Dijelaskan, sebelumnya anggota PMR sudah dibekali dengan mater ASB dan materi PMR lainnya, anak diberi pengetahuan untuk mengenal bencana, jenis, penyebab atau tanda-tanda akan datangnya serta tindakan-tindakan apa saja yang harus dilakukan oleh siswa saat bencana itu melanda.

"Pada masa akhir latihan rutin kegiatan PMR, sebaiknya sekolah melakukan evaluasi atas materi yang telah diberikan, khususnya ASB dengan melakukan kegiatan mitigasi bencana di sekolah, salah satunya yaitu simulasi bencana ini, selain sebagai ajang evaluasi, juga untuk membiasakan siswa agar siap dan siaga bencana," pungkasnya.

Gelar Simulasi Gempa

Sementara itu, Pembina PMR, Annisa Diyah Wahyuni didampingi Ketua PMR, Dina Awaliyah menyatakan akan lebih meningkatkan peran dan fungsi anggota PMR di sekolah, terutama untuk mewujudkan Sekolah Siaga Bencana atau Sekolah Aman. "Dalam kegiatan diklat sekarang, sesuai imbauan dari Kepala Markas PMI Kota Cilegon, kami melakukan simulasi sederhana dipandu langsung oleh pelatih/fasilitator dan panitia dari anggota PMR kelas X, XI dan XII," ujar Annisa.

Dijelaskan, skenario bencananya yakni gempa berkekuatan 8,7 SR yang mengakibatkan sejumlah bangunan sekolah runtuh, rusak parah, sedang dan ringan. "Dalam skenario itu terdapat juga korban luka dari siswa maupun guru dan yang berhasil selamat mencoba untuk melakukan tindakan seperlunya guna menyelamatkan para korban luka sambil menunggu bantuan selanjutnya," paparnya.***

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…