ANGGOTA PMR PILAR UTAMA WUJUDKAN SSB

SERANG.- Anggota Palang Merah Remaja (PMR) merupakan pilar utama dalam mewujudkan Sekolah Siaga Bencana (SSB), karena mereka sejak awal sudah diberi pengetahuan dan keterampilan tentang kebencanaan melalui kegiatan latihan rutin. Demikian dikatakan Kepala Markas PMI Kota Cilegon, Nurwarta Wiguna di hadapan puluhan calon anggota PMR unit MAN 2 Kota Cilegon, Jumat (12/10/2018) di Lembah Bukit Hijau (LBH), Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang.

"Untuk mewujudkan Sekolah Siaga Bencana atau Sekolah Aman, salah satu indikatornya adalah adanya kegiatan di sekolah, baik dalam bentuk intra maupun ekstra yang memberikan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan siaga bencana. Salah satunya adalah kegiata esktrakurikuler PMR, karena didalamnya, para siswa yang menjadi anggotanya diberi materi tentang Ayo Siaga Bencana," kata Nurwarta saat menyampaikan materi Ayo Siaga Bencana (ASB) pada acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PMR Unit MAN 2 Kota Cilegon tersebut.

Dijelaskan, dalam materi tersebut, anak diberi pengetahuan untuk mengenal bencana, jenis, penyebab atau tanda-tanda akan datangnya serta tindakan-tindakan apa saja yang harus dilakukan oleh siswa saat bencana itu melanda.

"Pada masa akhir latihan rutin kegiatan PMR, sebaiknya sekolah melakukan evaluasi atas materi yang telah diberikan, khususnya ASB dengan melakukan kegiatan mitigasi bencana di sekolah, salah satunya yaitu simulasi bencana," tandasnya.

Dalam kegiatan Diklat tersebut, Kepala Markas PMI Kota Cilegon menyarankan kepada pembina dan pelatih serta panitia untuk melakukan simulasi sesuai dengan jenis kerentanan bencana yang ada di lingkungan sekolah. "Selain sebagai ajang evaluasi, juga untuk membiasakan siswa agar siap dan siaga bencana," pungkasnya.

Selain materi ASB, PMI Kota Cilegon juga menyampaikan materi teori dan praktik Pertolongan Pertama yang disampaikan oleh Staf Markas PMI Cilegon, Ade Syaifullah dan tentang Kepalangmerahan, Fahrullah.

 

Gelar Simulasi Gempa

Sementara itu, Pembina Kesiswaan, Deden Sudrajat didampingi Ketua Panitia Diklat, Fitri menyatakan akan lebih meningkatkan peran dan fungsi anggota PMR di sekolah, terutama untuk mewujudkan Sekolah Siaga Bencana atau Sekolah Aman. "Dalam kegiatan diklat sekarang, sesuai imbauan dari Kepala Markas PMI Kota Cilegon, kami melakukan simulasi sederhana dipandu langsung oleh pelatih/fasilitator dan panitia dari anggota PMR kelas XI dan XII," ujar Deden.

Dijelaskan, skenario bencananya yakni gempa berkekuatan 6,4 SR yang mengakibatkan sejumlah bangunan sekolah runtuh, rusak parah, sedang dan ringan. "Dalam skenario itu terdapat juga korban luka dari siswa maupun guru dan yang berhasil selamat mencoba untuk melakukan tindakan seperlunya guna menyelamatkan para korban luka sambil menunggu bantuan selanjutnya," paparnya.***

 

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…