CILEGON.- Dalam rencana strategis Palang Merah Indonesia (PMI) untuk tahun 2014-2019, salah satu dari delapan tujuan strategis, yaitu yang ke-4, PMI hendak meningkatkan ketahanan masyarakat untuk mengurangi risiko dan dampak bencana serta penyakit melalui program-program kesiapsiagaan, kesehatan, dan sosial serta pelayanan kesehatan rujukan. Dengan dukungan dari mitra gerakan, PMI telah mengimplemnetasikan berbagai program kesehatan, termasuk program kesehatan dan pertolongan pertama berbasis masyarakat, kesehatan ibu dan anak, penyakit tidak menular, DBD, Malaria, air dan sanitasi, flu burung, dan kampanye imunisasi campak, polio, dan bulan vitamin A.

Pada kampanye Campak dan Rubella tahun 2017, PMI memberikan dukungan teknis yang secara khusus menargetkan sasaran kampanye kepada Unregistered Childreni (anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun yang tidak terdaftar pada layanan kesehatan). Penjangakauan anak-anak yang tidak teregistrasi, baik di sekolah maupun di dalam masyarakat merupakan kendala utama dalam upaya kampanye imunisasi Campak Rubella di Indonesia.

Ketua PMI Kota Cilegon, H. Abdul Hakim Lubis didampingi Sekretaris, Ujang Syamsul dan Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial (Yankessos), dr. Arriadna, kepada Kabar Banten, Ahad (8/10/2017) mengatakan, Anak-anak terlantar, anak jalanan, anak di bawah umur yang bekerja di pabrik, serta anak yang tinggal di rumah-rumah singgah/panti-panti asuh merupakan kelompok rentan yang hampir tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan termasuk program imunisasi.

“Dalam Kampanye Nasional Campak Rubella yang khusus menjangkau unregistered children, PMI Kota Cilegon berperan dalam mobilisasi sosial, edukasi, promosi, dan komunikasi bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan juga Departemen Agama. PMI dengan jejaring relawannya  bekerja sama dan berkoordinasi dengan instansi terkait tersebut,”katanya.

PMI Kota Cilegon, lanjut Lubis mendapatkan dukungan dari International Federation Red Cross (IFRC) dan PMI Pusat fokus membantu kampanye untuk anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun yang termasuk dalam unregistered children di sekolah maupun pada masyarakat, karena penjangkauan kelompok anak-anak rentan ini masih menjadi kendala besar dalam kampanye nasional imunisasi Campak Rubella. “Kami juga membantu kampanye terbuka atau roadshow ke lingkungan-lingkungan yang masih memiliki akses sangat sulit terhadap pelaksanaan kampanye imunisasi campak rubella,” ujarnya.

Tujuan PMI melakukan dukungan terhadap kampanye Campak Rubella adalah mendapatkan data jumlah sasaran unregistered children serta peta wilayah (dalam GPS) anak-anak  tersebut berada, baik di rumah singgah, di jalanan, di pabrik-pabrik, panti asuhan, tempat-tempat umum dan sebagainya. ”Yang kedua, memastikan setidaknya 95% dari total keseluruhan anak-anak unregistered yang menjadi sasaran diyakinkan mendapat imunisasi campak rubella.

Dipastikan juga setidaknya 95% dari total staf dan sukarelawan PMI yang ditugaskan dalam kampanye imunisasi campak rubella untuk unregistered children dapat melakukan tugasnya dengan baik. Alhamdulillah, selama sebulan lebih, staf dan sukarelawan PMI Kota Cilegon telah melaksanakan tugasnya dengan baik, dengan sasaran wilayah di delapan kecamatan, Yakni Cibeber, Cilegon, Citangkil, Grogol, Jombang, Pulomerak dan Purwakarta,”ungkapnya.***

Markas Kota Cilegon : Jl. Belibis Raya, Perumnas Cibeber Kencana Blok E21 No.1, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon | Email : humas@pmicilegon.or.id | Telp. 0254 394 617 | Kontak Person : 087808028393 (Fahrullah/Humas PMI Kota Cilegon)